Jakarta, Nusantara-pos..com
Halal bihalal adalah istilah dalam budaya Indonesia yang berasal dari bahasa Arab. “Halal” berarti “sah” atau “diperbolehkan” dalam Islam, sedangkan “bihalal” secara harfiah berarti “dengan halal”.
Dalam konteks budaya Indonesia, khususnya setelah hari raya Idul Fitri, halal bihalal merujuk pada kegiatan saling memaafkan dan membersihkan hati
setelah melakukan kesalahan. Halal Bihalal di lakukan pada bulan Syawal setelah bulan Ramadan. Ini adalah momen untuk memperbaiki hubungan sosial dan memulihkan kerukunan antar sesama.
Kegiatan halal bihalal biasanya dilakukan dengan cara saling berma’afan, mengunjungi keluarga, teman, dan tetangga, juga saudara serta melakukan kegiatan sosial.
Sayyidul Ayyam, Jum’at 18 April 2025 siang itu, udara kampung Bahagia, Babelan,
Bekasi Utara,
Jawa Barat nampak bersinar cerah. Melintasi kawasan daerah Bekasi Utara ini, nyaman oleh sebab banyak perumahan baru dan juga masjid- masjid berdiri nan indah lagi megah seperti masjid
At Taqwa yang berada di komplek pondok pesantren
At Takwa di mana daerah Bekasi utara tersebut di kenal sebagai kampung Santri.
Setelah selesai shalat Jum’at puluhan orang nampak berkumpul di perumahan Cluster Griya Amaranta 9 bersebelahan dengan Cluster perumahan Griya Lavanaya yang memasuki perumahan baru tersebut bersih dan bangunannya Asri nan Indah . Ekspresi kebahagiaan tersirat pada Khaerunisa, S.Mat biasa di sapa ustadzah Nisa atau Nisa putri dari pak Ustadz Nurdin sosok seorang guru agama yang penuh dedikasi dan loyalitas dalam pengabdian kepada masyarakat khususnya mengajar ilmu pengetahuan agama baik anak- remaja, dan juga dewasa.
“Assalamu ‘ alaikum
” Wa’alaikum salam warahtullahi wabarokatuh jawab ustadzah Khaerunisa kepada *Sudrajat* yang datang dan tiba sore itu di kediaman Nisa rumah baru yang baru di tempati keluarganya .Para ustadz dan ustadzah yang menghadiri Tasyakuran open house rumah baru Nisa sekaligus Halal Bihalal rekan- rekan Nisa dari fsui, forum silahturahmi Ulama Indonesia juga pers menghadiri Undangan ustadzah Nisa. Tamu yang datang menghadiri undangan rumah baru kediaman nisa ini bukan saja orang bekasi namun juga jabodetabek. Meski cuaca sore hari gerimis hujan rintik rintik yang menandakan turunnya rahmat tak menyurutkan langkah para ustadzah dan ustadz datang berbagi kebahagiaan untuk memperoleh keberkahan. “Alhamdulillah, terima kasih, terima kasih semuanya atas kehadiran para ustadz dan ustadzah,” ungkap Khaerunisa yang bersyukur kepada Allah Swt, kedua orang tua Ustadz Nurdin dan ustadzah Sofie dan juga berterima kasih kepada semua yang hadir. Semoga semua di beri kelancaran dan keberkahan oleh Allah Swt, katanya yang ingin mempunyai majelis. Ta’lim kaum ibu. Rekan-rekannya di tengah hujan deras di kota Bekasi dan Jakarta kemudian memasuki kampung Bahagia hujan sudah mulai reda. Halal Bihalal yang di hadiri sekitar 70 orang ini di awali pembukaan acara, Tahlil, Sambutan, Tausyiah dan hiburan Gambus kemudian di tutup dengan Do’a. Hadir ketum fsui KH Kholid Hidayat, ustadz Alfin Anwar Arifin, ust Sudrajat Ketua DPP bidang media yang juga selaku *Kepala* *Wilayah* *DKI* *Jakarta* Media Online *Nasional* , UYS, Ustadz Yusuf Sodik, ust Riko,
ust Nanang Kosim dan lainnya serta ustadzah Herlina, ustadzah Maemunah , Ustadzah Hj Rita, bu Neneng, bu Latifah juga dari KODI dan lainnya. Hidangan di sediakan tuan rumah oleh sekretaris fsui Ustadzah Nisa, Kopi, Teh Manis, kue Bolu, Makanan Baik berupa Ayam dan Rendang juga Baso yang memang di sediakan oleh
ustadzah Khaerunisa dan keluarga. Selamat menempati rumah barunya yang di isi dengan bacaan Al Qur’an, Tahajud dan Dhuha yang insyaa Allah memperoleh cahaya dari Allah Swt semoga ustadzah Khaerunisa bersama keluarga Berkah. Aamiin ( Sudrajat )
