Bojonegoro I nusantara-post-com, – Desa Bondol kecamatan Ngambon adalah merupakan desa perbatasan antara Kecamatan Ngambon dan Kecamatan Tambakrejo.
Tetapi tampaknya Desa ini, bagaikan sebuah lagu dari Pak Kyai Rhoma Irama, berjudul ‘Baca’.
Setelah Balai Desa dan Kantor, di porak poranda kan oleh angin ‘Lesus’ tahun 2019. Seperti lirik/ syair cuplikan lagu “Baca”.
“Mengapa bencana telah melanda….
Apakah musibah sekedar Cobaan
Apa peringatan atau kah hukuman…
Yaa Azza Wajalla, tunjukkan lah pertanda agar kami baca”.
Itulah sebuah inspirasi setelah lebih dari setahun Wartawan nusantara-post-com (Ekopurnomo), tak pernah bertemu dengan kepala desa Bondol H. Katam.
Desa Bondol yang hanya 2 dusun yakni Dusun Duwel dan desa Bondol, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 689 Kepala Keluarga (Maret 2023) yang dipimpin Kades H. Katam selama 2 periode, didampingi perangkat desa nya, diantaranya:
Sekdes Abdul Rokhim, Kasi Pemerintahan Wanuri, Kasi Kesejahteraan Wahid Imron Junaidi, Kaur Umum & TU Febryana Eka Saputry,SH. Kaur Perencanaan
Very Candra Arisky, Kasi Pelayanan Sugianto, Kaur Keuangan Didik Suwantoro, Kasun 1 Jayat, Kasun 2 Didik Wahyu Sulianang, dan beberapa staf diantaranya Budiono (Staf Kaur Umum & TU), Anto & Zahrul Mustaqin (Staf kasi pelayanan), Sholeh Ribut Larasmono (Staf kasi kesejahteraan). Menjelaskan, bahwa desa Bondol untuk jalan lingkungan sudah layak, tetapi kalau jalan poros desa masih ada 2 titik, dengan ukuran panjang 800 meter+ 600 meter.”Untuk 5 desa di kecamatan Ngambon yang belum dapat Mobil Siaga, yakni desa Bondol ‘doang/Thok’. Sedangkan BKD Belum pernah dapat, terahe gimana. Dulu katanya karena Tanahnya belum Sertifikat. Ok – lah, tapi sekarang sudah bersertifikat nomor 19 A/N. Pemerintah desa Bondol, terbit tanggal 22-9-2021, status Hak Pakai. Perihal mobil Siaga, sebenarnya secara pribadi tidak begitu perlu, karena mobil pribadi ada termasuk perangkat juga ada yang punya. Tetapi warga yang ingin berobat, periksa, tahu tetangga desa jika akan ke Puskesmas dan Ke Rumah Sakit ada kendaraan Siaga, tidak sampai ‘nrithik’ . Lalu jan-jane ada apa dengan desa Bondol.
Padahal pajak lunas terus, bangunan phisik juga sesuai hasil Musrenbang”.
“Memangnya ada apa dengan Bondol..?. Untuk mendirikan Balai Desa itu, sumber dana dari “P” ADD tahun 2019. Dan untuk kantor ini bukan kantor pemdes, tetapi ini gedung PKK sumber dana dari “P” tahun 2022. Ini kita numpang.
Terus terang Sangat berharap seperti tetangga desa se-kecamatan maupun desa dari kecamatan lain.
Intinya mobil siaga ditunggu, BKD juga di tunggu kucuran nya”. Pungkas Kades Bondol dengan penuh harapan.
Sedangkan warga setempat juga menambahkan, “Desa Bondol termasuk potensi penyumbang APBD Bojonegoro dari sumber minyak nya. Tetapi warga nya kalau ingin ‘piye rasanya jika ada Keluarga akan berobat, dapat pelayanan naik mobil gratis, ora gedabyakan”.
Sekdes Abdul Rokhim menambahkan, baku pajak PBB desa Bondol sebanyak Rp. 64.939.387,- “Selalu lunas, diperiksa bolak balik, tapi kog kliwatan terus. Termasuk mobil siaga.
Mendapatkan cerita demikian, wartawan nusantara-post-com (Ekopurnomo), bergegas ke kantor kecamatan Ngambon untuk konfirmasi Camat Ngambon Drs. H. Ridwan, MSi. Kata warga, Pak Camat ke desa Sengon.
Melajulah ke Sengon, ternyata acara sudah selesai.
Tidak cukup sampai disitu, wartawan nusantara-post-com (Ekopurnomo) langsung menghubungi kepala dinas PMD/BPMD H. Mahmudin, AP.MM. namun beliau menjawab via ponsel nya, beliau sedang Rapat Dinas.***(Eko P).
















