Indeks

“Di Duga’ Komite SMP N 2 Deket, Tidak Transparan Terkait Proyek Sekolah

 

 

Lamongan//Nudantara Pos.Pekerjaan pembangunan Toilet dan rehab 3 item ruangan di SMPN 2 Deket, Desa Pandanpancur Kecamatan deket Kabupaten lamongan, diduga melanggar aturan yang berlaku. Tim investigasi media dan Lsm di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan cek di lapangan antara lain tidak terpasangnya papan proyek yang wajib memberikan informasi tentang pembangunan, serta ketidakhadiran tim pelaksana di lokasi kerja dan juga banyak campuran batuh kumbung dan batu batah merah.

Keberadaan papan proyek merupakan keharusan sebagai bentuk transparansi sekaligus indikasi bahwa pembangunan berjalan sesuai standar administrasi. “Kami tidak menemukan papan proyek di lokasi, padahal itu salah satu persyaratan utama dalam pengerjaan pembangunan,” ujar salah satu anggota tim media yang memantau proyek tersebut.

Selain itu, ditemukan penggunaan bahan bangunan yang tidak sesuai spesifikasi dalam dokumen proyek. Diduga pondasinya memakai batu 2 warna yaitu batu batah merah dan juga batu kumbung dan juga memakai batu bekas yang digunakan tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas hasil pembangunan serta kualitas pembangunan toilet tersebut dan ada juga akar pohon yang di biarkan langsung dicor ditempat.

Ketua komite SMP N 2 Deket Kusno saat Tim investigasi ke halaman proyek di SMP N 2 Deket tidak ada dan tidak muncul di lokasi pembangunan proyek toilet dan rehab Kusno lagi keluar kata tukang. Saat tim investigasi mencoba bertanya lebih lanjut salah satu penanggung jawab pembangunan Suyatno mengatakan sampean langsung aja mas tanya ke pak Kusno aja karena saya ngak tau terkait proyek anggran nya berapa dan Rab nya kaya apa??

Ada kejanggalan manakalah kami menanyakan terkait RAB ke penanggung jawab proyek Suyatno bahwasanya beliau tidak di tunjuk kan RAB untuk bangunan yang jadi tanggung jawab beliau.

Manakalah kami tanyakan terkait pemasangan pondasi kok ada batu bata yang jadi alas nya beliau sempat mengelak” mengatakan untuk alas pondasi memakai batu kumbung”ucap Suyatno” tetapi beliau tidak bisa mengelak manakalah kami tunjukkan vidio adanya alas pondasi yang memakai batu bata beliau mengatakan jika batu kumbung nya habis jadi terpaksa kami pakai batu bata pak “ucap Suyatno” 20/08/2025.

Dari keterangan Suyatno yang berasal dari kecamatan Mantop beliau juga mengatakan bahwa untuk pekerja tidak ada dari kecamatan Deket atau desa Pandan Pancur pak.

Saat tim investigasi mencoba menghubungi Kusno mencoba untuk konfirmasi terkait anggaran nya berapa dan anggaran dari mana Kusno tidak menjawab sama sekali dari awak media melalui seluler.

Para orang tua murid dan masyarakat sekitar berharap pengawasan proyek pembangunan sekolah bisa diperketat agar kualitas pendidikan dan sarana pendukungnya dapat meningkat secara optimal. “Kami ingin fasilitas sekolah yang layak dan aman untuk anak-anak kami,” ungkap salah satu wali murid yang juga turut memantau proyek tersebut.

Dari keterangan warga sekitar juga menjelaskan bahwa pak Kusno itu sebagai ketua komite sekolah SMPN 2 Deket tetapi untuk adanya proyek pembangunan toilet dan rehap ruang kelas beliau tidak melibatkan anggota komite lainnya langsung di tangangi sendiri anggota hanya tahu saat bikin tumpeng waktu di mulai pekerjaan tersebut.”cerita warga sekitar’20/08/2025

Dari cerita warga dan keterangan penanggung jawab proyek patut di duga Kusno sebagai komite sekolah tidak transparan terkait anggaran yang ada.

Tim media dan Lsm akan terus memonitor perkembangan proyek ini dan berharap pihak terkait segera mengambil langkah perbaikan demi terciptanya fasilitas sekolah yang berkualitas dan aman.

(S dik)

Exit mobile version