Jakarta //(19/11/2025), Nusantara-Pos.com
Peraih Profesi Award 2025 (Citra Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia 2025 & Citra Terapis Berprestasi Indonesia 2025) Puji Suwok, panggilannya, menuturkan bahwa meski para pasien Tuna Warna ( masyarakat menyebutnya Buta Warna) melakukan terapi sekian waktu (sekitar sebulan) di tempat prakteknya, namun “Harus di cek lagi di rumah sakit, apakah sudah sembuh atau belum.”
Berawal dari melakukan terapi dengan berkunjung ke rumah para pasien tahun 2006, saat ini sejak buka praktek di rumahnya, “Sudah ribuan pasien yang saya tangani dengan ijin Allah Swt Alhamdulillah sembuh,” ujarnya, yang di antara para pasiennya juga orang-orang yang melengkapi persyaratan menjadi calon ASN, Calon Anggota TNI dan Calon Anggota Polri.
Puji Suwok menggunakan Metoda khusus terhadap para pasiennya. “Terapinya dari pagi sampai malam, antara lain dengan pijatan dan totokan; standar pengobatan kita selama empat Minggu, “tuturnya, “Setelah itu, kita uji apakah ada perubahan, apakah tidak. Kalau belum ada perubahan, boleh datang lagi dengan biaya gratis. Yang penting, apapun hasilnya kita harus bisa menerima dengan ikhlas karena kita hanya wajib ikhtiar, jangan putus asa dulu.”Allah Swt yang Maha Menyembuhkan,” katanya.
Meski demikian, terapi pengobatan Tuna Warna “Tingkat keberhasilannya, sekitar 75%,” kata Puji Suwok menegaskan, “Setelah kami terapi satu bulan, harus di cek dulu ke rumah sakit untuk mengetahui hasilnya.”
Sebagai penutup, Puji Suwok mengingatkan: “Setelah dimulai dengan ‘Bismillaahirrahmaanirahiim’, niatnya dalam hati itu bagaimana, kita harus yakin akan pertolongan Allah SWT, selain doa dan ikhtiar kita. Saya juga bangga kalau para pasien saya bisa disembuhkan.”ujar Mas Puji Suwok yang berpraktek di Perumahan Taman Rahayu Regency Blok B 17 No.64 Jalan Mawar Raya Gang Mawar 1 RT 011/08, Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
(Fathonie AG / Sudrajat)














