Bojonegoro I nusantara-post-com, -Ketelatenan Kepala Desa Nganti kecamatan Ngraho Maryadi (52), mudah dilihat tetep susah ditiru oleh orang lain.
Karena jiwa ‘Jera’ kapok karena suatu gagal dalam bercocok tanam, tidak punya.
Dengan sistem simbiosis pada lahan garapan yang membuat bertahan.
Yakni bila Gagal satu jenis tanaman maka tanaman lain yang menunjang untuk menutupi.
Sehingga tanaman yang di sukai jenis sayuran, walau juga menanam jenis polowijo.
Akan tetapi kurang fokus.
Untuk hari ini (12/3/2023) fokus menanam Lombok.
Soal harga mengikuti musim, kalau panen raya harga murah, kalau barang susah harga mahal.
Dengan membaca situasi tersebut sehingga tanaman beragam “Tanaman padi wayahe panen ada indikasi harga manut bakul, sehingga hari ini siaran harga lombok sekian, harapan kami yaa tetep kebagian harga tinggi, Hehehe..!!!”. Harapan mbah Inggi Nganti Maryadi.
Jenis lombok yang di tanam, yakni jenis lombok tampar, bibit dari Salatiga (Jateng).” Komoditas yang senang di tanam diantaranya Pare, Kacang panjang, Buncis, Tomat, Terong, Lombok. Pokoknya ‘usum ra usum ‘ tetep nandur. Walau harus nyiram mulai jam 02.00.WIBB, Nak ora hobby yo ra plaur. Lha saya milih jam segitu dan sore jam kantor.
Siang hari nya untuk tugas pemerintahan, kalau hari libur, dini hari selain tidak terlalu haus, teduh, sejuk.
Menurut warga bernama Bini (62), mbah Inggi Maryadi, sulit di tebak.
Seperti saat musim orang nandur kedelai/ kacang hijau, lha mbah Maryadi niku malah nandur Tembakau varitas “Sadana”. Orang orang banyak yang bilang,”opo anak e pe di pakani tembakau po piye, kog ngga’ sama dengan sekitar nya. Tapi begitu harga tembakau Sadana melejit. Akhirnya banyak yang nglenggono “.
“Saya tidak pernah ikut mereka.Tapi kalau mereka akan ikut ya monggo, tetapi kalau gagal ya jangan maedo , hehehehe.. yang penting menanam untuk tambahan pendapatan ekonomi keluarga, minimal bisa untuk pendapatan harian.
Sedangkan menanam padi jagung kedelai ya tetep menanam.
Kalau padi itu untuk makan sekeluarga dan untuk buwuh. Sedangkan jagung dan kedelai ikut wayahe usum warga panenan, sebagai kades yaa tetep to ikut panen. Hhhhhhhhh”. Kisahnya.
” Hal pertanian kami sejak muda suka. Mencoba bila berhasil dilanjutkan dengan sungguh-sungguh, tapi kog biasa biasa saja harus asumsi disaat tidak ada panen komoditas tersebut, maka hasil nya pasti jadi harga mahal.
Dening kog gagal semua..yaa Innalilahi wa ilaihi Raji’un, kita diwajibkan Ikhtiar dan usaha, nasib sukses dan tidak, kita pasrahkan kepada Allah SWT.
Jangan emosinan, karena datang dan pergi Rejeki, itu urusan yang membatik bulu ‘merak’. Ikhtiar dan doa, untuk agar kita tidak ke tergantung pada satu jenis tanaman saja, Pungkas mbah Inggi Maryadi berbasis PGA (Pendidikan Guru Agama).
Camat nGraho Masirin,STTp. MM.
Mengapresiasi kreatif nya kades Nganti (Mbah Maryadi), tanaman Lombok, semongko tanaman nya selalu jadi Icon kecamatan Ngraho.
Karena cerdas memilih timer, disaat ora usum panenan secara umum. Lha mbah Maryadi, punya.
Sehingga Mbah Maryadi hal tanaman dan peternakan fasih. ***(Eko P).
















